Scroll untuk baca artikel
5D1E1E74 E031 46D6 BEBC 56035A54E377
Example floating
Example floating
Example 728x250
InvestigasiTerbaru

Seorang Anggota Security PT OSS Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Mandi Mess

×

Seorang Anggota Security PT OSS Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Mandi Mess

Sebarkan artikel ini
IMG 8199
Example 468x60

Konawe – Sultrando.id, Suasana di area Mess Security HKC PT OSS, Desa Tani Indah, Kecamatan Kapoiala, mendadak mencekam pada Kamis (14/5/2026).

Seorang anggota satuan pengamanan (Satpam) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi mess perusahaan tersebut.

1ACCA5C7 512A 41C0 B99C 988EAF575816

Korban diketahui bernama Harjiman Amrun (40), pria asal Desa Sandei, Kecamatan Angata, Konawe Selatan.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya, Bahtiar (43), saat hendak membersihkan area kamar mandi sekitar pukul 17.55 WITA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saksi Bahtiar awalnya berniat menyalakan lampu kamar mandi yang dalam kondisi gelap.

Begitu cahaya lampu berpijar, saksi dikagetkan dengan posisi korban yang tampak berlutut dengan tangan kanan tersangkut di pipa air.

“Saat lampu menyala, saya melihat korban sudah dalam posisi tersebut. Saya langsung keluar meminta bantuan,” ujar Bahtiar dalam keterangannya.

Saksi kemudian memanggil personel pengamanan dari unsur TNI dan Polri, yakni Serma Sabilillah dan Ipda Majuludin, yang tengah bertugas di lokasi untuk menyaksikan kondisi korban.

Jasad Harjiman kemudian dievakuasi ke kamar mess dan segera dilaporkan secara resmi kepada Komandan Security PT OSS, Asnul Ali.

Asnul Ali, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi penuh dengan kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian anggotanya.

“Benar, kami telah menerima laporan terkait meninggalnya anggota kami, Harjiman Amrun. Langkah awal yang kami ambil adalah mengamankan lokasi dan segera menghubungi Polsek Bondoala agar penanganan dilakukan secara prosedur kepolisian,” ungkap Asnul Ali.

Guna mendalami penyebab kematian, sekitar pukul 18.58 WITA, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans milik PT OSS menuju Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

“Korban telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses Visum et Repertum. Hal ini dilakukan demi memastikan apakah ada unsur tindak pidana atau penyebab medis lainnya di balik kematian korban,” tambah Asnul.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan medis dari tim forensik.

Laporan : Redaksi

E54D6788 BC03 419F 848B 42F1E6EB5D62
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sultrando.id merupakan media siber profesional yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.