Konawe Utara – Sultrando.id, Gejolak sosial melanda wilayah operasional pertambangan PT BKA di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Kamis,24/09/2026.
Sejumlah elemen masyarakat menyampaikan aspirasi keras terkait menumpuknya berbagai persoalan lapangan serta buruknya pola komunikasi yang dibangun oleh jajaran manajemen perusahaan di tingkat tapak.
Masyarakat menilai, kepemimpinan operasional PT BKA saat ini gagal membangun hubungan harmonis dengan warga lingkar tambang, sehingga memicu keresahan yang kian memuncak.
Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Motui, Nawir Bojes, mengungkapkan bahwa berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat tidak pernah mendapat penanganan yang efektif akibat minimnya ruang dialog yang terbuka dan komunikatif dari pihak pengelola perusahaan.
Atas dasar kondisi tersebut, warga secara tegas menuntut jajaran pimpinan pusat PT BKA untuk melakukan evaluasi total dan segera mengganti posisi Site Manager PT BKA di Motui sebagai syarat utama perbaikan tata kelola hubungan kemasyarakatan.
“Berbagai persoalan yang terjadi telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Perusahaan perlu membuka ruang dialog yang lebih efektif agar setiap permasalahan dapat dibahas dan diselesaikan secara terbuka. Karena itu, kami meminta manajemen PT BKA segera mengganti Site Manager Motui sebagai langkah pembenahan komunikasi dan penanganan masalah di lapangan,” ujar Nawir Bojes.
Nawir menegaskan, tuntutan pergantian kepemimpinan lapangan ini merupakan harga mati bagi warga Motui.
Apabila pimpinan tertinggi PT BKA tidak memberikan atensi serius dan menindaklanjuti aspirasi tersebut dalam waktu dekat, masyarakat siap mengambil langkah advokasi yang lebih ekstrem.
Warga mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa dengan memobilisasi massa dalam jumlah yang lebih besar, termasuk melakukan pemboikotan terhadap akses jalan umum yang selama ini dilalui kendaraan operasional PT BKA.
“Kami menekankan agar tuntutan ini segera ditindaklanjuti oleh pimpinan PT BKA untuk mengganti Site Manager yang ada di Motui. Jika tuntutan tersebut tidak diindahkan, maka jangan salahkan kami jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di lapangan,” tegas Nawir Bojes.
Laporan : Redaksi



















