Konawe – Sultrando.id, Akses transportasi darat strategis yang menghubungkan wilayah Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) dilaporkan terputus total.
Kelumpuhan arus lalu lintas ini dipicu oleh insiden ambruknya struktur pondasi jembatan utama akibat abrasi dan erosi tanah di Desa Ambekairi Utama, Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Merespons kedaruratan infrastruktur tersebut, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Abuki bersama Bhabinkamtibmas Latoma, Aipda Anton LP, langsung turun ke lapangan memimpin aksi tanggap darurat bersama warga setempat secara swadaya.
Berdasarkan analisis visual di lapangan, intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir memicu peningkatan debit air sungai hingga mengikis kestabilan tanah di sekitar dudukan jembatan.
Akibat hilangnya daya dukung tanah, struktur utama jembatan mengalami patah konstruksi sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.
Mengingat jembatan Desa Ambekairi Utama merupakan urat nadi logistik harian dan jalur ekonomi hulu yang menginterkoneksikan dua kabupaten, penanganan cepat menjadi harga mati guna menghindari isolasi wilayah.
Dengan memanfaatkan material lokal dan peralatan taktis seadanya, korps bhayangkara bersama puluhan warga bahu-membahu mengevakuasi dan menyusun sejumlah batang pohon kelapa untuk dijadikan gelagar serta bantalan utama jembatan darurat.
Bhabinkamtibmas Latoma, Aipda Anton LP, menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat berbasis kayu ini merupakan langkah mitigasi pertama demi aspek kemanusiaan dan jaminan pelayanan publik di wilayah terpencil.
“Langkah taktis ini kami ambil sebagai bentuk penanganan kedaruratan awal. Meskipun kapasitas tonase jembatan batang kelapa ini sangat terbatas dan bersifat sementara, minimal jalur ini dapat menyambung kembali pergerakan logistik darurat dan mobilitas warga yang sempat lumpuh total,” urai Aipda Anton di lokasi kerja bakti.
Pihak kepolisian sektor Abuki memastikan akan terus menyiagakan personel di sekitar lokasi untuk mengatur fluktuasi arus penyeberangan warga serta mengantisipasi potensi bahaya susulan mengingat cuaca di hulu Latoma masih fluktuatif.
Melalui media, masyarakat dan jajaran Polsek Abuki berharap Dinas Pekerjaan Umum (PU) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi dan kabupaten segera menurunkan tim teknis untuk melakukan asesmen pasca-bencana, guna merekonstruksi jembatan permanen secara komprehensif demi keselamatan jangka panjang.
Laporan :Redaksi



















