Scroll untuk baca artikel
5D1E1E74 E031 46D6 BEBC 56035A54E377
Example floating
Example floating
Example 728x250
Terbaru

KM Mahkota Menui Rute Kendari Tenggelam di Perairan Samarengga, 29 Penumpang dan ABK Selamat Dievakuasi Nelayan

×

KM Mahkota Menui Rute Kendari Tenggelam di Perairan Samarengga, 29 Penumpang dan ABK Selamat Dievakuasi Nelayan

Sebarkan artikel ini
IMG 9837
Example 468x60

Kendari – Sultrando.id, Sebuah kecelakaan laut melanda kapal transportasi antarpulau, KM Mahkota Menui, di perairan antara Pulau Samarengga dan Pulau Koikoila pada Selasa (14/7/2026) sekira pukul 08.30 WITA.

Kapal yang bertolak dari Kota Kendari dengan tujuan Pulau Menui tersebut dilaporkan mengalami karam hingga tenggelam di tengah laut.

1ACCA5C7 512A 41C0 B99C 988EAF575816

Beruntung, manifestasi korban jiwa nihil akibat respons tanggap dan aksi penyelamatan cepat dari sebuah armada kapal nelayan pencari ikan yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Berdasarkan data manifes sementara, KM Mahkota Menui yang dinakhodai oleh Amin tercatat mengangkut total 29 orang, dengan rincian 7 orang Anak Buah Kapal (ABK) dan 22 orang penumpang sipil. Kapal diketahui memulai pelayaran dari pelabuhan di Kota Kendari sejak dini hari sebelum akhirnya dihantam masalah teknis atau cuaca di tengah perjalanan.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, Wahyudi, menjelaskan bahwa meskipun kapal bertolak dari Kendari, titik koordinat tenggelamnya kapal secara geografis masuk dalam wilayah yurisdiksi kerja kedaruratan yang berbeda.

“Informasi sementara yang kami terima, KM Mahkota Menui mengalami kecelakaan dan tenggelam di sekitar Pulau Samarengga dan Pulau Koikoila. Lokasi kejadian ini masuk dalam wilayah kerja Basarnas Palu, Sulawesi Tengah,” terang Wahyudi dalam keterangan persnya pada Selasa (14/7/2026).

Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dari dek kapal yang mulai tenggelam ke atas kapal nelayan. Guna mendapatkan pertolongan medis pertama dan pemulihan trauma, para korban langsung dilarikan ke posko darurat di Pulau Koikoila sembari menunggu kedatangan Tim Rescue SAR.

Pasca-menerima sinyal bahaya, Basarnas Kendari segera melakukan koordinasi lintas sektor dengan berbagai unsur potensi SAR guna mempercepat penanganan kedaruratan di lapangan.

Otoritas pemerintah daerah setempat, termasuk Camat Menui dan Lurah Ulunambo, dilaporkan langsung bergerak ke lokasi pengungsian korban.

Operasi kemanusiaan ini juga dibantu penuh secara swadaya oleh puluhan nelayan dari Desa Samarengga, Desa Padei Darat, dan Desa Padei Laut.

Hingga laporan ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi sekitar karamnya kapal serta melakukan pendataan ulang secara ketat untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal atau belum dievakuasi.

“Tim masih menuju lokasi untuk memastikan kondisi seluruh korban serta melakukan pendataan lebih lanjut. Informasi ini masih bersifat dinamis dan akan terus kami perbarui sesuai dengan perkembangan faktual di lapangan,” pungkas Wahyudi.

E54D6788 BC03 419F 848B 42F1E6EB5D62
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sultrando.id merupakan media siber profesional yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.