Kolaka – Sultrando.id, Manajemen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sabilambo, Kabupaten Kolaka, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait insiden penolakan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terhadap armada ambulans lintas provinsi yang sedang mengevakuasi jenazah.
Pihak SPBU menegaskan bahwa insiden tersebut murni akibat kendala sistemik pada validasi kode batang (QR Code), bukan karena faktor kesengajaan atau pengabaian aspek kemanusiaan oleh petugas operator di lapangan.
Pengawas SPBU Sabilambo, Muhammad Fadhillah A, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika armada ambulans tersebut masuk ke jalur pengisian untuk mengisi BBM jenis Pertalite.
Sesuai Standard Operating Procedure (SOP), petugas operator langsung melakukan pemindaian (scanning) terhadap QR Code kendaraan.
“Namun, saat dipindai, sistem mendeteksi bahwa kuota harian subsidi untuk kendaraan tersebut telah habis. Pengemudi kemudian menyodorkan QR Code cadangan milik kendaraan lain. Secara otomatis sistem menolak karena terjadi ketidaksesuaian (mismatch) antara nomor polisi di QR Code dengan plat nomor ambulans yang bersangkutan,” urai Fadhillah
Fadhillah menegaskan, regulasi dari BPH Migas dan PT Pertamina (Persero) sangat ketat dan telah terintegrasi secara digital.
Menyadari urgensi armada yang sedang membawa jenazah, pihak SPBU mengklaim telah menawarkan opsi alternatif berupa pengisian BBM non-subsidi (Pertamax Turbo) agar perjalanan tidak terhambat.
“Kami sempat menawarkan solusi alternatif menggunakan Pertamax Turbo agar pengisian bisa langsung diproses tanpa terikat sistem kuota barcode. Namun, pihak pengemudi menolak opsi tersebut dan memilih melanjutkan perjalanan,” tambahnya.
Pihak manajemen SPBU Sabilambo menyatakan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Kendati petugas di lapangan wajib mematuhi pemenuhan regulasi penyaluran subsidi tepat sasaran, insiden ini menjadi bahan evaluasi internal yang krusial.
Pasca-kejadian tersebut, pihak manajemen telah menginstruksikan seluruh jajaran operator untuk lebih sigap, persuasif, dan memberikan arahan solutif yang cepat jika kembali menghadapi situasi darurat (emergency) di area SPBU.
Di sisi lain, masyarakat dan pengelola armada pelayanan publik juga diimbau untuk memastikan validitas kuota QR Codekendaraan sebelum menempuh perjalanan jarak jauh.
Laporan : Redaksi



















