Scroll untuk baca artikel
5D1E1E74 E031 46D6 BEBC 56035A54E377
Example floating
Example floating
Example 728x250
Terbaru

Diduga Represif ke Kader HMI, HMI Komisariat UMK Kendari Desak Polda Sultra Copot Kapolres Bombana

×

Diduga Represif ke Kader HMI, HMI Komisariat UMK Kendari Desak Polda Sultra Copot Kapolres Bombana

Sebarkan artikel ini
IMG 8537
Example 468x60

Kendari – Sultrando.id, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UMK Cabang Kendari mengecam keras dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh Kapolres Bombana terhadap kader HMI saat menyampaikan aspirasi di muka umum.

Tindakan tersebut dinilai mencederai prinsip demokrasi dan kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi.

‎Ketua HMI Komisariat UMK, Juraidin menegaskan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik dan aspirasi sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan dan kebijakan publik.

9 FEBRUARI 2026

Oleh karena itu, segala bentuk intimidasi, tekanan, maupun tindakan yang diduga menghalangi kebebasan berekspresi tidak dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan supremasi hukum. Terang Juraidin

‎Menurut keterangan kader HMI yang berada di lokasi, Kapolres Bombana diduga menunjukkan sikap dan tindakan yang bersifat represif terhadap masa aksi.

‎Ketua HMI Komisariat UMK, Juraidin menilai bahwa aparat kepolisian seharusnya bertindak sebagai pengayom dan pelindung masyarakat serta menjamin keamanan dalam penyampaian pendapat di muka umum, bukan sebaliknya.

‎HMI Komisariat UMK menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat kejelasan dan langkah konkret dari institusi kepolisian.

HMI Komisariat UMK juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersama-sama menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka dan bebas dari segala bentuk intimidasi.

Atas dasar tersebut HMI Komisariat UMK Cabang Kendari mendesak Polda Sultra untuk Mencopot Kapolres Bombana atas dugaan tindakan represif yang dilakukan oleh Kapolres Bombana tersebut.

“Kami juga mendesak Polda Sultra untuk Mencopot Kapolres Bombana atas dugaan tindakan Represif yang dilakukan terhadap kader HMI tersebut” Tegas Juraidin

‎Terakhir, Juraidin menyampaikan bahwa kritik bukan sebagai ancaman dalam negara demokrasi tetapi bagian dari evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.

‎”Kritik bukan ancaman, dan mahasiswa bukan musuh negara. Demokrasi harus dijaga dengan menghormati kebebasan berpendapat, bukan dengan tindakan represif.” Tutup Juraidin.

Laporan : Redaksi

E54D6788 BC03 419F 848B 42F1E6EB5D62
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sultrando.id merupakan media siber profesional yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.