Scroll untuk baca artikel
5D1E1E74 E031 46D6 BEBC 56035A54E377
Example floating
Example floating
Example 728x250
Terbaru

Potret Koeksistensi di Sungai Konawe: Sering Muncul dan Diberi Makan Ayam, Buaya Muara Jadi “Tontonan” Warga di Penyeberangan Pincara

×

Potret Koeksistensi di Sungai Konawe: Sering Muncul dan Diberi Makan Ayam, Buaya Muara Jadi “Tontonan” Warga di Penyeberangan Pincara

Sebarkan artikel ini
IMG 8738
Example 468x60

Konawe – Sultrando.id, Sebuah pemandangan unik mengenai interaksi antara manusia dan satwa liar kembali terekam di jalur transportasi air Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Seekor buaya muara dilaporkan kerap menampakkan diri secara damai di sekitar jalur penyeberangan rakit tradisional (pincara) yang menghubungkan Desa Tabanggele (Kecamatan Anggalomoare) dan Desa Pebunoha (Kecamatan Bondoala).

1ACCA5C7 512A 41C0 B99C 988EAF575816

Kehadiran reptil raksasa tersebut sempat diabadikan oleh warga dan menjadi perbincangan hangat setelah diunggah ke platform media sosial Facebook pada Sabtu (13/6/2026).

Berbeda dengan stigma meluas yang umumnya memicu kepanikan, kemunculan buaya muara di lokasi ini justru dinilai tidak meresahkan warga sekitar maupun para pelaju yang kerap melintasi sungai tersebut.

Satwa sekunder ini dikenal memiliki perilaku yang cenderung tenang dan tidak menunjukkan gestur agresif terhadap aktivitas rakit pincara.

Menurut kesaksian warga setempat, rutinitas kemunculan buaya ini telah berlangsung cukup lama, hingga masyarakat sekitar mulai terbiasa dengan kehadirannya.

Bahkan, keunikan ini kerap dimanfaatkan oleh sejumlah oknum warga untuk berinteraksi secara pasif dengan cara memberikan umpan makanan berupa daging ayam potong ke arah sungai.

“Buaya ini memang sudah sering muncul ke permukaan dan tidak pernah mengganggu warga atau pengguna penyeberangan. Karena sudah terbiasa, beberapa warga terkadang melemparkan ayam untuk memberinya makan, dan satwa itu biasanya langsung kembali menyelam setelah mendapatkan makanannya,” ujar salah seorang pengguna jasa pincara.

Aktivitas pemberian makan oleh warga dinilai berhasil membangun pola interaksi yang jinak di kawasan tersebut.

Kendati demikian, perangkat desa setempat tetap mengimbau masyarakat maupun pengguna jasa penyeberangan untuk tidak terlena, tetap menjaga jarak aman, dan tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat memicu naluri berburu alami sang predator.

Hingga saat ini, fenomena koeksistensi damai di hulu sungai Konawe ini menjadi bukti bahwa ruang hidup antara aktivitas ekonomi masyarakat urban dan habitat satwa liar masih dapat berjalan beriringan secara selaras, selama batas-batas ruang aman tetap saling dihormati.

Laporan : Redaksi

E54D6788 BC03 419F 848B 42F1E6EB5D62
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sultrando.id merupakan media siber profesional yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.