
Konawe – Sultrando.id, Aksi pencurian hewan ternak kian meresahkan warga di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, menjelang hari raya Idul Adha 1447 H.
Dalam kurun waktu kurang dari tiga pekan, tercatat tiga kali upaya pencurian dan perusakan ternak melanda Desa Unggulino, Kecamatan Puriala.
Berdasarkan data yang dihimpun, rentetan aksi kriminal ini terjadi pada tanggal 21 April, 5 Mei, dan teranyar pada 6 Mei 2026.
Modus operandi yang digunakan pelaku tergolong keji, yakni dengan melumpuhkan hewan ternak menggunakan racun.
Salah satu korban, Arwan Lolonga, membeberkan kronologi mencekam yang dialaminya. Pada Selasa (5/5/2026) dini hari, sekitar pukul 01.45 WITA, Arwan dan istrinya melakukan kontrol rutin ke area rens (kandang) sapi miliknya.
“Begitu kami sampai di lokasi, kami mendapati satu ekor sapi sudah tumbang. Kondisinya belum mati, tapi mulutnya sudah berbusa akibat diracun oleh pelaku yang diduga kabur saat mendengar kedatangan kami,” ujar Arwan.
Meski aksi pencurian pada tanggal 5 Mei tersebut gagal, para pelaku ternyata tidak jera. Sehari berselang, yakni pada Rabu (6/5/2026), pelaku kembali menyatroni kediaman korban.
Berbeda dengan aksi sebelumnya, kejadian pada 6 Mei menyisakan tanda tanya. Arwan menduga aksi terakhir ini bukan lagi murni pencurian, melainkan bentuk intimidasi atau pelampiasan dendam.
“Aksi mereka yang terakhir dilakukan langsung di dalam rens. Kami merasa mereka sudah tidak berniat mencuri lagi, melainkan sekadar melampiaskan sakit hati karena gagal mengambil sapi pada malam sebelumnya,” lanjutnya.
Tren pencurian ternak atau “curnak” memang kerap meningkat signifikan menjelang Idul Adha seiring dengan melonjaknya harga sapi di pasaran.
Warga Desa Unggulino kini memperketat pengamanan dengan berjaga malam dan berharap pihak kepolisian setempat segera turun tangan mengusut tuntas kasus ini.
Laporan : Redaksi



















