Konawe – Sultrando.id, Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan akses transportasi menuju kawasan mega industri di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, sedikit terhambat.
Luapan air terpantau merendam jalan utama, tepat di depan gerbang masuk PT Obsidian Stainless Steel (OSS), yang memicu kemacetan sejak Minggu (10/5/2026) hingga Senin (11/5/2026).
Genangan air setinggi lutut orang dewasa memaksa para karyawan PT OSS dan PT VDNI memperlambat laju kendaraan, bahkan beberapa di antaranya terpaksa berhenti karena kendaraan roda dua tidak mampu menerjang arus.
Berdasarkan pantauan di lapangan, debit air meningkat drastis akibat drainase dan aliran sungai di sekitar kawasan industri tidak lagi mampu menampung volume air hujan yang turun terus-menerus.
Muh. Yusuf, anggota Tim Tenaga Kerja Asing (TKA) PT OSS yang berada di lokasi kejadian, mengonfirmasi bahwa kondisi ini telah berlangsung selama dua hari terakhir.
“Genangan air mulai memotong jalan sejak Minggu kemarin. Hingga pagi ini (Senin), air belum kunjung surut dan justru bertahan di ketinggian lutut orang dewasa. Ini jelas menghambat mobilitas karyawan yang hendak masuk maupun keluar area perusahaan,” ujar Yusuf saat ditemui di lokasi, Senin (11/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa infrastruktur pengairan di sekitar lokasi tidak lagi mampu membendung volume air.
“Genangan ini terjadi karena luapan aliran sungai yang sudah tidak mampu lagi menampung kiriman air dari hulu akibat hujan yang turun terus-menerus,” tambah Yusuf saat mendampingi proses pengamanan arus lalu lintas di gerbang utama.
Tak hanya melumpuhkan mobilitas pekerja, banjir juga merambah ke sektor ekonomi kerakyatan di sekitar pabrik.
Sejumlah tempat usaha milik warga yang berlokasi di bantaran sungai kini terendam air.
Salah satu pemilik kios, Daeng, mengungkapkan keluhannya saat berupaya mengevakuasi barang dagangan dari terjangan air.
“Air masuk begitu cepat tadi malam. Sekarang semua barang di dalam kios harus diangkat ke tempat lebih tinggi karena air sungai meluap masuk sampai ke dalam ruangan. Kalau hujan tidak berhenti, kami khawatir kerugian akan semakin besar,” ungkap Daeng dengan nada cemas.
Hingga berita ini dirilis, cuaca di wilayah Morosi dan sekitarnya masih terpantau mendung dengan potensi hujan susulan.
Laporan : Redaksi



















