Scroll untuk baca artikel
5D1E1E74 E031 46D6 BEBC 56035A54E377
Example floating
Example floating
Example 728x250
Terbaru

Soroti Kedatangan TKA di Kawasan IPIP Pomalaa, Unggahan di Facebook Viral Menuai Pro-Kontra

×

Soroti Kedatangan TKA di Kawasan IPIP Pomalaa, Unggahan di Facebook Viral Menuai Pro-Kontra

Sebarkan artikel ini
IMG 8234
Example 468x60

Kolaka – Sultrando.id, Sebuah unggahan video yang menampilkan arus kedatangan tenaga kerja asing (TKA) asal China di wilayah Pomalaa, Kabupaten Kolaka, memicu diskusi publik yang hangat di media sosial.

Para pekerja tersebut dikabarkan didatangkan untuk bekerja di kawasan industri Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP).

9 FEBRUARI 2026

Isu sensitif mengenai ketenagakerjaan ini menjadi perhatian luas setelah sebuah akun Facebook atas nama Fakri membagikan rekaman tersebut.

Hingga Sabtu (16/5/2026), unggahan itu telah mendapatkan respons masif dari warganet, dengan torehan sedikitnya 1.400 likes, 335 komentar, dan telah dibagikan ulang sebanyak 582 kali.

Dalam caption unggahannya, Fakri meluapkan keluh kesah dan kekecewaannya terkait dinamika perekrutan tenaga kerja di kawasan industri tersebut.

Ia menyoroti kontrasnya intensitas kedatangan pekerja asing dengan peluang kerja bagi masyarakat setempat.

“TKA tiap hari berdatangan untuk dipekerjakan, sementara masyarakat lokal justru menghadapi kesulitan untuk mendapatkan kesempatan kerja,” tulis Fakri dalam unggahan yang viral tersebut.

Sentimen yang berkembang di kolom komentar terpantau sangat beragam. Sebagian warganet menyuarakan keresahan yang sama terkait pentingnya prioritas penyerapan tenaga kerja lokal (local labor absorption) pada proyek strategis di daerah.

Namun di sisi lain, tidak sedikit pula warganet yang memberikan pandangan berbeda dan menekankan pada aspek kebutuhan kualifikasi teknis serta dampak investasi.

Salah satunya diungkapkan oleh akun Facebook bernama Tika Tika, yang mengimbau publik untuk melihat isu ini dari sudut pandang yang lebih objektif.

“Dulu sempat terprovokasi karena orang China datang bekerja di Indonesia. Fakta sesungguhnya karena orang Indonesia belum menguasai bidang spesifik yang akan dikerjakan. Lagian mereka bukan penjajah, melainkan berkat investasi ini, perusahaan ada di Indonesia dan masyarakat kita bisa ikut bekerja bersama,” tulis Tika Tika di kolom komentar.

Fenomena perdebatan digital ini merefleksikan tantangan klasik di kawasan lingkar industri prasedimen, yakni tuntutan percepatan alih teknologi (transfer of technology) agar tenaga kerja domestik mampu bersaing mengisi pos-pos strategis.

Laporan : Redaksi

E54D6788 BC03 419F 848B 42F1E6EB5D62
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sultrando.id merupakan media siber profesional yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.